1. MARKET SUMMARY
Bursa saham US minggu lalu ditutup melemah. Index Dow Jones turun 1.7% pada level 12.860.60 yang merupakan penurunan mingguan yang terbesar tahun ini. Sedang index S&P 500 melemah 1.2% pada 1.353.39, yang mana merupakan level terendah tahun ini.
Banyak tekanan yang terjadi pada minggu lalu, salah satu penyebabnya adalah tidak menentunya situasi politik di Yunani, di samping hal tersebut, buruknya data ekonomi di China dan laporan JP Morgan akan kerugian trading 2 milliar dollar makin menekan pergerakan harga.
Di China, neraca perdagangan melebar menjadi $18.4B pada bulan April dari sebelumnya pada $5.4B, sedangkan ekspektasi pasar adalah $7.93B, hal ini terjadi akibat dari jatuhnya neraca import dibandingkan neraca ekspor. Dengan adanya hal ini menyatakan bahwa sedang terjadi penurunan baik ekonomi dalam negeri maupun luar negeri.
2. COMMODITIES
Harga komoditas dunia kembali tertekan akibat serangkaian berita negative. Hampir semua komoditas mengalami pelemahan yang merata, namun kedua komoditas utama dunia yaitu emas dan minyak mengalami tekanan yang kuat.
Disamping itu, sektor energy terhantam cukup kuat karena CME akan menaikkan margin requirement untuk account non-hedge sejak 7 Mei agar sejalan dengan regulasi yang baru.
CRUDE OIL
Harga minyak juga ikut tertekan pada pelemahan ekonomi global kali ini. OPEC yang menyatakan bahwa harga minyak masih tinggi dan mungkin produksi masih akan tinggi juga. Meskipun demikian banyak pihak menyatakan bahwa harga minyak masih tetap akan diperdagangkan dalam range yang tinggi akibat dari terganggunya stabilitas di Iran, Iraq, Nigeria dan Venezuela dan juga perubahan peraturan perpajakan di Rusia.
GOLD
Harga emas sempat mengalami pelemahan yang terendah sejak tahun ini setelah beberapa buyer gold terkemuka dunia memberikan laporan bahwa permintaan akan emas kian terbatas. Sebelum weekend kemarin, harga emas di pasar spot mengalami pelemahan 3.7% secara mingguan. Hal ini sejalan dengan beberapa mata uang yang berlawanan dengan US dollar. US dollar index mengalami penguatan terhadap enam mata uang utama dunia lainnya.
3. WEEK AHEAD
Hasil pemilu di Yunani dan Perancis memberikan impulse bahwa krisis hutang di Eropa akan makin jauh dari selesai. Presiden Perancis yang baru saja dipilih menyatakan jalan keluar krisis hutang dengan cara austerity bukanlah fokusnya namun dia akan memilih cara pertumbuhan ekonomi stabil walaupun dalam waktu yang lebih panjang. Beberapa kebijakan yang akan dikeluarkan seperti melakukan penjualan obligasi gabungan dan menggairahkan peran ECB dalam perbaikan ekonomi berlawanan dengan keinginan Jerman. Bagaimanapun, Kanselir Jerman Merkel menyatakan bahwa dia akan menyambut presiden Perancis yang baru dan berusaha bekerjasama.
Para investor kembali menunggu-nunggu hasil dari FOMC meeting yang akan dirilis kamis dini hari. Pelemahan ekonomi dunia kembali menumbuhkan benih harapan akan adanya QE3.
Berikut adalah kalendar ekonomi untuk minggu ini:

1. MARKET SUMMARY
Beberapa data ekonomi di US memberikan signal yang kurang bagus untuk pertumbuhan ekonomi. Data yang diharapkan menjadi momentum pertumbuhan di US, no farm payroll ternyata jatuh menjadi 115 k pada bulan April, setelah sebulan sebelumnya pada level 154k.
Data US ISM Manufacturing membaik 1.4 poin dibanding bulan sebelumnya dan menuju pada level 54.8 pada bulan April.Data manufacturing PMI di Inggris melemah pada 50.5 di bulan April. Sedangkan di China manufacturing PMI mengalami kenaikkan menjadi 53.3 namun belum mencapai angka perkiraannya di 53.6. Data dari HSBC menunjukkan pada level 49.3 meski membaik dari perkiraan di 49.1, namun data ini menyatakan bahwa manufacturing China masih belum stabil.
Pada sektor pekerjaan, data ADP unemployment menunjukkan penambahan 119k pada bulan April, melemah dari bulan sebelumnya 201k. Pada zona Eropa, data jobless rate naik 0.1% menjadi 10.9% sedangkan PMI Manufacturing final direvisi kebawah menjadi 45.9 dari 46. Sedangkan data unemployment rate di US menurun pada 8.1% dari sebelumnya 8.2%.
Pihak bank sentral Australia (RBA) dan Eropa (ECB) mengumumkan kebijkannya minggu lalu. RBA menurunkan suku bunga 50 basis poin menjadi 3.75% pada bulan April untuk mempertahankan laju pertumbuhan ekonominya setelah data inflasinya cukup moderat. Sedangkan bank sentral Eropa tetap mempertahankan suku buku refinancing pada 1%, disamping itu juga belum diumumkan stimulus yang lebih lanjut.
2. COMMODITIES
Harga komoditas dunia tertekan setelah banyaknya data negatif akan pertumbuhan ekonomi global. Dari kawasan US dan Eropa keduanya sedang mengalami tekanan yang cukup dalam, buruknya data nonfarm payroll dan juga belum selesainya krisis hutang di Eropa. Sedangkan komoditas emas tertekan akan kuatnya US dollar dan turunnya permintaan, minyak mentah melemah karena terus bertumbuhan supplai yang ada, sedangkan permintaan mulai melemah karena kekhawatiran akan lesunya ekonomi global.
CRUDE OIL
Harga minyak dunia melanjutkan pelemahan pada Jumgat minggu lalu, setelah data pyroll yang dirilis oleh pemerintah US mengalami pelemahan lebih buruk dari yang diantisipasi. Fokus lemahnya pada momentum perbaikan ekonomi US dan juga makin tidak jelasnya persoalan hutang di Eropa makin memberatkan harga komoditas dunia.
Minyak mulai melemah pada pertengahan minggu dan kembali melemah setelah prediksi dari OPEC yang menyatakan persediaan minyak akan melebihi permintaan tahun ini. Mereka menyatakan bahwa harga saat ini masih sangat tinggi dan kebanyakan dipengaruhi oleh spekulan. Hal ini yang menyebabkan terjadinya sell-off setelah data ekonomi nonfarm payroll yang mengecewakan.
GOLD
Emas kembali menguat tipis setelah empat hari berturut-turut tertekan. Hal ini terjadi setelah data nonfarm payroll US menekan US dollar. Pelemahan juga terjadi akibat dari melemahnya permintaan emas baik di pasar future dan ETF, sedangkan di pasar fisik emas turun ketika China dan Jepang sedang terjadi hari libur nasional dan India sedang melakukan festival.
Emas pada awal minggu tertekan akibat dari naiknya kekhawatiran akan proses pemilu di Perancis dan Yunani. Pada pemilu di Perancis, kemenangan partai sosialis tidak berupaya untuk menurunkan austerity dan memaksa pertumbuhan yang mana tidak sejalan dengan program austerity yang dipimpin oleh Jerman. Sedangkan di Yunani situasi tidak jauh berbeda setelah jumlah pemilih lebih banyak memilih partai yang tidak pro dengan bailout.
3. WEEK AHEAD
Pelemahan yang terjadi sangat mungkin masih akan berlanjut. Tingginya harga komoditas akan terus dikoreksi karena permintaan melemah setelah data-data ekonomi yang dikeluarkan kurang memuaskan. Namun pelemahan data ekonomi ini dapat berakibat pada dikeluarkannya stimulus oleh bank sentral US, oleh karena itu pasar akan diperdagangkan pada volatilas yang tinggi.
Berikut adalah kalendar ekonomi untuk minggu ini:

1. MARKET SUMMARY
Pekan lalu, bursa ekonomi dunia bergerak volatile dan mixed. Para pelaku pasar masih berharap bahwa Fed akan segera mengeluarkan QE3, dimana hasil GDP tahunan untuk kuartal pertama sedikit kurang baik dibandingkan pada periode sebelumnya. Disamping itu, US dollar saat ini sedang mengalami tekanan dibandingkan dengan lima major currency yang lain.
Pada zona Eropa, kekhawatiran masih terus berlanjut dan saat ini berfokus pada Spanyol, terutama setelah surat hutangnya di downgrade oleh S&P.
2. COMMODITIES
Komoditas terpantau membukukan hasil yang cukup dominan. Harga komoditas sector energi membukukan kenaikkan yang kurang menarik, namun pada sektor logam mulia, kenaikkan terjadi cukup signifikan.
CRUDE OIL
Harga kontrak minyak untuk WTI dan Brent masih diperdagangkan pada range yang terbatas. Beberapa saat yang lalu, minyak mentah sempat mengalami tekanan setelah adanya berita bahwa Iran akan menahan program nuklirnya untuk menghindari sanksi internasional. Namun reaksi market hanya terjadi sesaat, karena kemudian dilaporkan bahwa sanksi hanya akan diberikan jika terjadi proses yang signifikan terkait pengayaan nuklir di daerah Fordo.
GOLD
Emas pada perdagangan hari ini masih diperdagangkan pada level yang tinggi. Resistant yang kuat kembali ditest adalah di $1670. Penguatan ini dipengaruhi oleh banyak hal, namun yang paling penting adalah penguatan ekonomi US dan juga perkembangan terbaru tentang krisis hutang di Eropa.
3. WEEK AHEAD
Meskipun IMF telah berhasil menggalang dana $430 milliar untuk menstabilkan ekonomi di Eropa, namun pasar masih belum meresponnya dengan sangat positif. Kekhawatiran ini masih cukup mencekam, apalagi setelah S&P menurunkan rating hutang Spanyol dua noktah, menjadi BBB+.
Fokus berikutnya pada FOMC bulan April kemarin yang hasilnya menahan suku bunga tetap dan juga tidak menambah kebijakan ekonomi yang baru. Namun, bagaimanapun juga Ben Bernanke gubernur bank sentral US menyatakan bahwa pihak bank sentral telah menyiapkan beberapa hal untuk memastikan bahwa jalannya perbaikkan ekonomi akan terus berjalan dan inflasi tetap pada target.
Pada minggu ini juga diwarnai oleh pengumuman data suku bunga oleh bank-bank sentral dunia. RBA, bank sentral Australia diperkirakan akan memotong suku bunga sebesar 25 basis poin. Bank sentral Inggris dan Eropa, BOE, dan ECB juga dijadualkan merilis kebijakan moneternya minggu ini.
Berikut adalah kalendar ekonomi untuk minggu ini:

Global market kembali tertekan akibat tidak menentunya politik di Perancis, dan juga masih rapuhnya krisis hutang di Eropa. Indeks S&P 500 jatuh 0.8% pada 1.366.94, indeks Dow Jones turun 0.8 % juga sedangkan indeks Russell 2000 jatuh 1.5% pada 791.85.
Para fund manager dunia mulai menurunkan target mereka pada pasar komoditas dalam empat bulan terakhir ini, dimana perkembangan krisis Eropa semakin tidak menentu dan turunnya permintaan akan bahan mentah.
2. COMMODITIES
CRUDE OIL
Harga minyak mentah diperdagangkan melemah beberapa hari ini setelah beberapa laporan menyatakan bahwa stockpile di US meningkat hingga level tertinggi sebelas bulan terakhir. Harga future untuk kontrak bulan Juni sedikit berubah setelah turun 0.7 % kemarin. Stockpile di US meningkat 2.65 juta barrel minggu lalu menuju level 371.7 juta. Untuk tahun ini, kontrak future minyak mentah telah naik lebih dari 4.4%.
Di pihak lain, minyak juga tertekan akibat pelemahan manufaktur di China dan Uni Eropa. Buruknya berita ekonomi di China dan Eropa telah mendorong pelemahan komoditas. Indeks GSCI untuk 24 komoditas utama dunia turun 0.3%.
GOLD
Emas melemah menuju level terendah dalam dua minggu terakhir, akibat dari turunnya permintaan logam mulia sebagai investasi alternative. Di samping itu, US Dollar mengalami penguatan 0.6% terhadap mata uang yang lain, setelah pemilihan presiden di Perancis diyakini akan mengganggu proses pemulihan krisis hutang Eropa.
Harga emas future untuk kontrak bulan Juni jatuh 0.6% dan berakhir pada $1632.6 per ounce atau turun 2.4% pada bulan ini.
3. WEEK AHEAD
Pelemahan ekonomi dunia kembali terjadi secara simultan. Pada zona Asia, China mengalami pelemahan tajam setelah sebelumnya data preliminary di HSBC yangi diprediksi sangat buruk, walau akhirnya masih dapat bertahan. Sekarang kembali data dari sector manufacturing yang tetap memburuk. Di samping itu, indeks pertumbuhan ekonomi yang makin lama makin lambat membuat banyak pihak berpendapat bahwa pertumbuhan ekonomi di China mulai pada titik jenuhnya.
Pelemahan dari permintaan akan bahan mentah, masih akan membawa pelemahan ekonomi global. Saat ini sector manufacturing sudah mulai mengalami dampaknya. Disamping itu kekecewaan akan kekalahan Sarkozy pada putaran pertama, membuat beberapa pihak meyakini bahwa penyelesaian krisis hutang akan sedikit terabaikan.
Fokus juga akan tertuju pada FOMC meeting yang akan diadakan pada hari Kamis dini hari, dimana dengan mulai melemahnya bursa global, diharapkan ketua Fed akan mengadakan suatu program bantuan, walaupun banyak pihak melihat peluang terjadinya hal tersebut kecil.
Berikut adalah kalendar ekonomi untuk minggu ini:

1. MARKET SUMMARY
Bursa global minggu lalu sedikit mengalami tekanan. Bursa-bursa di Wall Street tertekan akibat data tenaga kerja yang kurang baik dan juga tidak menentunya situasi di Eropa. Indeks Dow Jones turun 1.6% pada level 12849.59, sedangkan indeks S&P 500 jatuh 2% ke 1370.26.
Bursa Asia sedikit terbantu setelah adalah rumor bahwa bank sentral dari China dan Jepang akan meningkatkan bantuan moneter untuk menyangga pasar.
2. COMMODITIES
Pasar komoditas dunia kembali tertekan didorong oleh dua penggerak utamanya. MInyak mentah tertekan setelah pembicaraan antara Iran dengan dunia barat tentang masalah nuklir. Sedangkan emas melemah akibat dari memburuknya situasi di Spanyol dan juga permintaan dari China yang turun.
CRUDE OIL
Harga minyak mentah awal minggu ini kembali tertekan setelah proses negosiasi yang panjang antara Iran dengan dunia barat. Hasil dari pembicaraan ini dinyatakan tidak banyak memberikan arti dan hanya memutuskan untuk melakukan negosiasi tahap kedua.
Negosiasi yang terjadi antara Iran dengan lima anggota utama PBB ditambah Jerman tidak menghasilkan solusi yang efektif dan rencana akan dilakukan negosiasi tahap kedua pada 23 Mei. Meski demikian, para investor masih tetap waspada dengan supplai minyak dari Iran dan juga kemungkinan terjadinya perang.
Penggerak utama pelemahan minyak, masih karena kuatnya nilai dollar ditambah faktor-faktor diatas.
GOLD
Minggu ini emas diperdagangkan pada kisaran yang rendah. Menurut Shanghai Gold Exchange, salah satu bursa emas di China, jumlah volume yang diperdagangkan adalah sekitat 7.3 ton emas. Dimana rata-rata harian emas yang diperdagangkan adalah kurang dari setengah tingkat tertinggi tahun lalu.
Pada pasar di New York, jumlah selisih kontrak antara bullish dengan bearish pada perdagangan di pasar future dan option Comex turun untuk kedua kalinya minggu ini.
3. WEEK AHEAD
Pada awal pembukaan minggu ini market sempat terhantam akibat dari buruknya data GDP di China. GDP China y/y pada kuartal 1 jatuh dari sebelumnya 8.9% menjadi 8.1%, padahal market mengantisipasinya pada 8.4%. Hal ini merupakan pertumbuhan ekonomi yang paling rendah sejak kuartal kedua tahun 2009. Para analis berpendapat bahwa pelemahan GDP ini terjadi karena ketatnya peraturan pemerintah dan juga pelemahan di sector property. Di tempat terpisah, bank sentral China melakukan kebijakan untuk memperluas batasan trading antara RMB dengan USD menjadi 1% dari sebelumnya 0.5%. Hal ini diyakini sebagai langkah untuk menginternasionalkan mata uang Negara tersebut.
Pada zona Eropa, Spanyol dilaporkan melakukan pinjaman 316.3B euro dari ECB pada bulan Maret, naik dari sebelumnya 160-170B euro dua bulan yang lalu. Market kurang bisa menerima itu karena saat ini total pinjaman Spanyol kepada ECB mencapai 63%, dimana Spanyol dinilai masih rapuh. Agenda krisis hutang Eropa akan masuk dalam acara G20 pada Kamis depan.
Berikut adalah kalendar ekonomi untuk minggu ini:

1. MARKET SUMMARY
Bursa ekonomi global minggu lalu terpantau terkoreksi tipis. Beberapa bursa di Asia mengalami penguatan, namun bursa di Eropa dan Amerika terkoreksi. Pada kawasan Eropa, kekhawatiran akan krisis hutang masih menyelimuti. Sedang di Amerika ditutup dengan data tenaga kerja yang tidak menggembirakan.
Indeks Dow Jones ditutup melemah 1.15% pada 13060.14, sedangkan S&P turun 0.74% di 1398.08. Minggu lalu, pihak bank sentral FED juga memberikan signal kelonggaran moneter akan dihentikan. Di lain pihak, Arab Saudi menyatakan tidak akan memangkas supplai minyak meski SPR akan dirilis.
2. COMMODITIES
Harga komoditas dunia kembali mengalami koreksi. Kompleks logam mulia pada awal minggu sempat tertekan, namun pada penutupan sempat kembali mengguat. Sedang pada kompleks energy banyak tertekan terutama karena harga minyak mentah yang terus melemah.
CRUDE OIL
Pada awal minggu, harga minyak melemah akibat dari menguat US dollar, setelah FED mensignalkan akan meniadakan program QE3. Pelemahan kembali terjadi, setelah pihak Arab Saudi menyatakan bahwa supplai minyak masih akan tetap meskipun SPR dirilis. Minggu lalu harga minyak tertekan akibat dari kemungkinan Amerika akan mulai merilis cadangan minyaknya (SPR), namun hal ini masih belum mendapat persetujuan resmi pemerintah.
Pada akhir minggu minyak kembali tertekan, setelah pihak EIA menyatakan bahwa inventori minyak mentah US mengalami peningkatan lebih dari 9 juta barrel dibandingkan dengan minggu lalu pada 362.4 juta. Inventori minyak US sudah melebihi range normal untuk tahun ini. Hal ini terjadi akibat keterlambatan import minyak. Disamping itu, supplai di Cushing juga mengalami kenaikkan. Kenaikkan sebesar 43% atau 12 juta barrel dibukukan dari tanggal 13 Januari sampai 30 Maret 2012.
GOLD
Emas mengalami tekanan yang kuat setelah FED mengirimkan signal akan mulai mengurangi kelonggaran kebijakan moneternya. Dimana hal ini berarti US dollar yang semakin kuat dan menekan emas. Pada pertemuan itu, hanya sedikit anggota Fed yang setuju bahwa program bantuan dibutuhkan, jika ekonomi kehilangan momentumnya atau jika inflasi jatuh di bawah 2%. Namun pada akhir minggu emas mengalami rebound, setelah data non farm payroll US tidak sesuai dengan ekspektasi pasar. Non farm payroll sebelumnya berada pada 240 K dan diprediksi melemah ke level 207K, namun ternyata pelemahan lebih dalam lagi hingga ke 120K.
3. WEEK AHEAD
Pada minggu ini, pergerakan bursa masih akan volatile. Dimulai dari data cadangan devisa China, dimana sebelumnya $3181.1B diperkirakan naik menjadi $3200.0B, lalu keputusan suku bunga dari Jepang (BOJ). Selain itu data trade balance dari US dan UK juga akan dirilis minggu ini.
Ketua Bank Sentral Fed, Ben Bernanke minggu ini akan melakukan dua kali pernyataan resmi. Diperkirakan Fed akan banyak membahas tentang hasil non farm payroll yang kemarin, dan juga langkah-langkah yang akan dilakukan.
Berikut adalah kalendar ekonomi untuk minggu ini:

1. MARKET SUMMARY
Minggu kemarin bursa global diperdagangkan dalam range perdagangan yang cukup rendah. Meskipun ada beberapa berita yang menarik namun karena saling bertentangan maka para pelaku pasar banyak yang mengambil langkah menunggu.
Data ekonomi dari sector manufacturing banyak menekan pasar. Sebelumnya indeks manufacturing dari HSBC menyatakan pelemahan menuju 48.3 pada bulan Maret, dari sebelumnya 49.6 pada bulan Februari. Namun hari ini data PMI yang resmi dilansir oleh pemerintah adalah naik menuju 53.1 pada bulan Maret dari sebelumnya 51 pada bulan Februari.
2. COMMODITIES
Harga komoditas sempat menguat pada awal minggu, namun akhirnya ditutup melemah. Para investor sedikit kecewa dengan hasil dari data preliminary PMI di China dan Eropa, begitu juga dengan beberapa survey yang diadakan di Amerika. Tekanan juga terjadi pada kubu logam berharga, terutama karena masalah permintaan.
CRUDE OIL
Penguatan harga minyak mentah dunia terjadi pada beberapa bulan terakhir. Hal ini disebabkan oleh kekhawatiran akan kurangnya suplai minyak akibat dari sanksi US di Iran. Namun kekhawatiran ini sudah mulai terobati setelah Perancis diperkirakan akan melakukan pelepasan SPR dalam waktu dekat.
Harga minyak untuk kontrak WTI melemah 3.6% menuju level 103.0 selama minggu kemarin, sedangkan kontrak Brent turun 1.8%. Perdana Menteri Perancis Francois Fillon menyatakan bahwa persetujuan antara US dengan Eropa tentang pelepasan cadangan minyak mempunyai prospek yang bagus.
GOLD
Harga emas dan perak dunia kembali mengalami tekanan yang tinggi. Meskipun pada akhir penutupan perdagangan mereka dapat ditutup pada territory yang positif, namun outlook para analis mulai pesimis. Pergerakan emas masih sering dipengaruhi oleh keberadaan QE3. Di samping itu, permintaan dari China diperkirakan melemah akibat pelemahan ekonomi China.
Fed Bernanke menyatakan bantuan berikutnya dibutuhkan untuk mengairahkan pasar pekerjaan. Komentar ini membuat para investor mengantisipasi akan adanya program bantuan yang akan diumumkan paling cepat bulan April.
3. WEEK AHEAD
Pasar finansial dunia dimulai minggu ini dengan cukup bagus, setelah data manufacturing di China mengalami peningkatan, lebih baik daripada perkiraan sebelumnya. Selain itu, Menteri Keuangan Uni Eropa juga setuju untuk menaikkan batas atas dari dana penyelamatan. Indeks MSCI Asia Pasifik naik 0.5% pada sesi pagi.
Menteri keuangan Uni Eropa setuju untuk menaikkan batas atas dana penyelamatan, Dana sebesar 500 milliar euro yang dapat digunakan penuh pada tahun 2014, saat ini menjadi dapat digunakan bila dibutuhkan dan akan bekerja secara parallel dengan dana dari EFSF sebesar 200 milliar euro. Disamping itu juga menambahkan 102 milliar euro juga sudah disetujui, sehingga total dana penyelamatan adalah sebesar 800 milliar euro.
Beberapa data ekonomi yang akan dirilis kembali dari sector manufacturing, kali ini akan berfokus di Inggris dan Eropa. Untuk UK diperkirakan akan melemah di level 50.7 pada bulan Maret, di Eropa diperkirakan akan tetap pada level 47.7. Sedangkan di US diperkirakan menuju 53.3.
Berikut adalah kalendar ekonomi untuk minggu ini:

1. MARKET SUMMARY
Sentiment positif yang datang dari Merkel dan Bernanke hanya sedikit mengangkat pasar. Ketidakpastian kembali datang ketika berfokus pada Spanyol, Yunani dan Irlandia. Pihak OECD meminta menteri keuangan Uni Eropa untuk meningkatkan kapabilitas untuk memerangi krisis. Wall Street kembali tergelincir, dimana DJIA dan S&P 500 turun 0.33% dan 0.28%.
Di Spanyol, pemerintah menyatakan deficit 20.7 milliar euro dalam dua bulan pertama tahun ini. Pedapatan berkurang 34.8 miliar Euro atau turun 1.3% dibanding periode yang sama tahun yang lalu. Yunani akan mengadakan pemilu pada 6 Mei mendatang, dimana banyak pihak masih melihat pemerintahan yang disiapkan akan banyak mengalami tekanan. Di Irlandia, referendum fiscal akan diadakan pada 31 Mei, hasil yang diperkirakan juga diperkirakan sulit mengangkat pasar.
2. COMMODITIES
Pasar komoditas dunia berada dalam volatilitas yang sangat tinggi. Kedua komoditas utama dunia, emas dan minyak mentah berflutuasi akibat dari berita-berita fundamental yang terjadi di Amerika, China dan Eropa.
CRUDE OIL
Harga minyak sedikit tertahan setelah para pemimpin Uni Eropa mensignalkan bahwa krisis di Eropa akan mulai mereda, sedangkan ketua Federal Reserve menyatakan harus mewaspadai proses pemulihan ekonomi yang terjadi saat ini. MInyak mentah saat ini diperdagangkan pada kisaran $106 per barel.
Harga minyak beberapa waktu lalu sempat tertekan setelah American Petroleum Institute melaporkan bahwa tingkat persediaan minyak US meningkat 3.6 juta barrel lebih tinggi dari ekspektasi. Hal ini mengindikasikan adanya pelemahan permintaan di Amerika. API juga melaporkan bahwa laporan dari EIA memprediksikan bahwa cadangan minggu lalu naik 2.5 juta barel, namun jumlah stockpile juga akan meningkat, sehingga emas hitam ini masih akan bertahan.
GOLD
Emas kembali terangkat menuju level dua mingguan akibat dari komentar dari Ketua Federal Reserve Ben Bernanke, dimana pelemahan moneter ini akan mempunyai harapan untuk adanya QE3 sehingga harga emas dunia terangkat tajam. Setelah emas sempat terkoreksi pada bulan September 2011, kita melihat rebound emas pada bulan Januari dan Februari tahun ini. Bagaimanapun juga dengan gagalnya emas menenmbus level 1800 pada akhir Februari kemarin telah menyebabkan emas kembali jatuh.
Di pihak lain, penguatan emas dapat juga dimotori oleh fundamental dari China. China melaporkan mengalami defisit yang lebih dari perkiraan yaitu 31.5 B pada bulan Februari. Ini merupakan deficit yang terbesar sejak 1989. Meskipun pada tahun-tahun mendatang diperkirakan akan kembali menguat namun besarnya mungkin tidak akan seperti semula. Dengan adanya deficit yang sangat besar ini banyak yang memperkirakan bahwa China akan mulai bergeser dari negara pengekspor menjadi negara yang condong mengimport. Sehingga permintaan akan obligasi US akan menurun sehingga US dollar akan melemah.
3. WEEK AHEAD
Volatilitas pasar diperkirakan masih tinggi akibat dari serangkaian berita fundamental dari berbagai benua. Saat ini pasar masih menanti hasil Gross Domestic Product yang akan dirilis besok. Diperkirakan GDP US masih akan tetap di level 3% (tahunan). Sedangkan dari Eropa tekanan masih tinggi dan juga penguatan US dollar kembali terjadi.
Berikut adalah kalendar ekonomi untuk minggu ini:

1. MARKET SUMMARY
Pada minggu lalu, obligasi jangka 10 tahun pemerintah US turun hingga terendah dalam 8 bulan terakhir, Fed juga mengindikasikan supaya investor memindahkan investasi pada aset-aset yang lebih beresiko, meskipun demikian signal ini masih terus dipertanyakan. Managing director IMF, Christine Lagarde menyatakan bahwa krisis hutang di Eropa masih jauh dari selesai.
Di china pasar property terus mengalami pelemahan, dimana dari 70 kota yang dimonitor oleh pemerintah mengalami pelemahan, hanya 3 kota yang membaik. Sudah lima bulan berturut-turut harga property di Beijing, Shanghai dan Shenzhen turun. Perdana menteri China menyatakan bahwa harga rumah masih jauh dari harga yang masuk akal.
Pasar saham mengalami apresiasi yang cukup bagus, dimana indeks S&P 500 naik 2.4 % pada minggu lalu dan ditutup diatas level 1.404. Minggu kemarin juga diwarnai bagusnya data ekonomi US dan outlook market US yang cukup baik. Bursa Eropa juga mengalami penguatan, dimana indeks Jerman DAX naik 0.2% sedangkan Euro Stoxx 50 naik 0.55%.
2. COMMODITIES
Harga komoditas dunia minggu lalu mengalami kenaikkan yang cukup baik , namun sector logam mulia terhantam cukup keras. Salah satu penyebab utamanya adalah pernyataan dari bank sentral Amerika (FED) yang memerlukan perbaikkan dalam kesehatan ekonomi US setelah tingkat pengangguran yang terus memburuk akhir-akhir bulan ini. Harga emas dan perak sama-sama tumbang.
CRUDE OIL
Harga minyak mentah dunia masih diperdagangkan dalam range yang kurang lebih sama minggu lalu, namun mengalami penguatan volatilitas setelah laporan yang mengejutkan menyatakan bahwa UK dan US akan melepas cadangan minyaknya. Hal ini kemudian disanggah oleh keduanya baik US maupun UK. Meskipun demikian rumor ini masih kental setelah pernyataan menteri energy dan menteri keuangan US yang masih mempertimbangkan untuk pelepasan cadangan minyak tersebut. Harga minyak mentah untuk kontrak WTI melemah 0.32% sedangkan minyak kontrak Brent turun 0.13%.
Jumlah suplai minyak masih menjadi masalah utama pergerakan harga minyak sejak tahun lalu. Perperangan di Libya telah mengakibatkan pengumuman dari IEA pada Juni lalu untuk melepas 2 M bpd pada pasar global dalam jangka waktu 30 hari, namun saat ini direktur dari IEA belum akan melepas cadangan minyak.
GOLD
Emas kembali jatuh pada minggu lalu akibat dari spekulasi tentang keberadaan QE3. Meskipun demikian, emas telah diperdagangkan pada range 1600-1850 sejak pertengahan tahun lalu. Selama masa tersebut, emas sempat naik akibat dari antisipasi dari kebijakan moneter Fed, sementara pelemahannya terjadi karena harapan itu semakin lama semakin pudar.
Sejak September tahun lalu emas telah turun 15% dari harga puncaknya di $1923 per ons tray. Walaupun rally emas telah dipatahkan karena topik yang controversial namun permintaan akan logam mulia ini masih tetap tinggi. Permintaan terbesar masih dipegang dari pembelian oleh bank-bank sentral dunia, terutama bank sentral dari Negara berkembang. Menurut Financial Times, Bank for International Settlements (BIS) telah membeli emas dalam jumlah yang sangat besar. Diperkirakan besarnya pembelian adalah 4- 6 ton emas, yang bernilai sekitar $250-300 m
NATURAL GAS
Pihak DOE/EIA melaporkan bahwa cadangan gas melemah 64 bcf menjadi 2369 bcf pada minggu yang berakhir pada 9 Maret. Jumlah stock adalah 735 bcf diatas periode yang sama tahun lalu dan 807 bcf atau naik 51.7% dibandingkan rata-rata lima tahunan pada 1562 bcf. Di pihak lai, Baker Hughes melaporkan bahwa rig untuk gas turun 7 unit menjadi 663 pada minggu yang berakhir pada 15 Maret. Total jumlah rig saat ini adalah 1984 unit.
3. WEEK AHEAD
Pada minggu ini diperkirakan pasar masih berada dalam range yang terbatas. Data ekonomi US yang akan muncul banyak berasal dari sector property, seperti Building Permits, New Home Sales, dan Existing Home Sales. Namun pernyataan tentang kemungkinan pelepasan cadangan strategis minyak US masih akan menjadi focus utama, dimana untuk jangka pendek kemungkinan tersebut kecil terjadi.
Berikut adalah kalendar ekonomi untuk minggu ini:

1. MARKET SUMMARY
Ekonomi global diperdagangkan mixed, pada awal minggu penguatan euro dan komoditas diiringi dengan harapan yang besar terhadap program PSI Yunani namun akhirnya ditutup dengan pasar yang cenderung sideways. Dari data ekonomi, US initial jobless claim turun menjadi 350K pada minggu yang berakhir pada 6 Maret dari sebelumnya 351K bulan yang lalu.
Di lain pihak, Australia melaporkan peningkatan unemployment rate menjadi 5.2% pada bulan Februari dari sebelumnya di 5.1% pada bulan yang lalu, dan juga data GDP di Australia yang jatuh lebih dari ekspektasi. Untuk GDP kuartal turun dari 0.8 menjadi 0.4%, sedangkan untuk GDP tahunan dari 2.4% menjadi 2.3%.
2. COMMODITIES
Harga komoditas dunia kembali tertekan akibat dari penguatan US dollar. Pada awalnya para pelaku pasar masih menunggu hasil dari keputusan suku bunga dari ECB, BOE dan BOC. Selain itu pasar finansial juga merasa optimis akibat dari program PSI Yunani.
CRUDE OIL
Menurut laporan mingguan dari DOE/EIA, jumlah total produk minyak dan bensin turun 1.42 mmb pada level 1058.04 mmb pada minggu yang berakhir 2 Maret. Jumlah stock di Cushing naik 2.37 mmb ke 36.18 mmb. Harga minyak untuk kontrak WTI sempat rebound ke $105 per barrel, ditambah dengan data ekonomi US tentang pekerjaan yang lebih baik dari ekspektasi. Data ADP melaporkan ada tambahan 216K pda bulan Februari dibanding bulan sebelumnya di 172K.
GOLD
Harga emas sempat rebound kembali dan menyentuh $1700 setelah jatuh hingga lebih dari $100. Penguatan ini didasarkan atas penguatan euro. Di lain tempat, terjadi ketegangan di tambang emas Afrika. Dimana Congress of South African Trade Unions memprotes jalan toll yang baru dan kontrak jangka pendek di tambang tersebut. Produksi di Gold Fields dan Harmony Gold ikut terkena dampaknya.
Di China yang merupakan konsumen emas terbesar dunia, indeks inflasi CPI jatuh menjadi 3.2% atau turun dari sebelumnya 4.5%. Pada akhir minggu emas sempat kembali jatuh $20 setelah keluarnya data pekerjaan di Amerika. Namun akhirnya emas ditutup menguat, sehingga secara mingguan emas ditutup sideways.
NATURAL GAS
Harga gas alam sempat jatuh ke level 2.235 pada minggu lalu namun masih mempunyai support di 2.231. Sehingga pergerakan sekarang relative sideways. Jika harga melakukan break support dibawah 2.231 maka proyeksi penurunan yang dimulai dari 4.983 akan mempunyai support di 2.13.
3. WEEK AHEAD
Data unemployment rate di US masih stabil di level 8.3%. Yunani melakukan retrukturisasi hutang luar negeri yang terbesar sepanjang sejarah, setelah lebih dari kreditor sector private menyetujui untuk melakukan pertukaran obligasi yang mana akan mengakibatkan kerugian sekitar 70-75% dari hutang yang mereka pegang. Dengan adanya pertukaran obligasi ini, maka Yunani diperkirakan akan mendapatkan bailout kedua mereka sebesar 150 milliar euro dan akan terhindar dari default untuk obligasi yang jatuh tempo pada 20 Maret mendatang.
Berikut adalah kalendar ekonomi untuk minggu ini:
