1. MARKET SUMMARY
Bursa global pada minggu lalu ditutup melemah, namun mulai kembali membaik pada awal minggu ini. Market rebound tajam setelah data perumahan di US yang jauh melebihi ekspektasi, dan juga indeks kepercayaan Jerman yang juga meningkat tajam. Bursa Wall Street melonjak, dimana Dow Jones naik 2.87% sedangkan S&P 500 naik 2.98%. Indeks bisnis di Jerman naik melebihi ekspektasi. Data IFO business climate naik menjadi 107.2 dari sebelumnya 106.6.
2. COMMODITIES
Sektor komoditi juga mengalami lonjakan harga yang positif. Kenaikkan ini dipimpin oleh kedua komoditas utama dunia, yaitu emas dan minyak mentah. Investor yang sebelumnya khawatir akan krisis hutang di Eropa mulai berani mengambil aset-aset yang beresiko karena melihat data-data ekonomi yang terus membaik.
CRUDE OIL
Minyak mentah kontrak WTI naik ke level 97.45, sebelum akhirnya ditutup pada 97.22 atau naik 3.56%, sedangkan untuk kontrak Brent naik di level 107.27 dan ditutup pada 106.73 atau melonjak 2.98%.
GOLD
Harga emas juga terapresiasi setelah US dollar tertekan karena para investor mulai mencari asset-aset yang lebih beresiko.
NATURAL GAS
Pihak DOE/EIA akan melaporkan data inventory US mingguan. Untuk cadangan minyak mentah akan melemah 0.33 mmb pada minggu yang berakhir pada 16 Desember. Bensin juga turun 0.39 mmb. Tidak seperti harga komoditas lain yang melonjak tajam, harga gas alam hanya naik tipis dan kembali tertekan. Dengan kecenderungan pelemahan yang masih kental. Harga diperdagangkan pada kisaran 3.11.
3. WEEK AHEAD
Data ekonomi Housing starts naik tajam diluar prediksi para analis atau sebesar 685K pada bulan November dari bulan sebelumnya 628K, sedangkan Building permits juga mengalami kenaikkan pada bulan November menjadi 681K dari sebelumnya 653K pada bulan Oktober.
Data-data ekonomi yang lain masih diperkirakan akan bagus, seperti US existing home sales yang kemungkinan naik 2.41% m/m menjadi 5.09M pada bulan November. Lalu BOE juga akan mengadakan meeting dimana diperkirakan akan mempertahankan suku bunga unchanged.
Berikut adalah kalendar ekonomi untuk minggu ini:

MARKET SUMMARY
Para pemimpin finansial dunia kembali memberikan support kuat untuk menopang pasar keuangan dunia. Setelah sebelumnya dilakukan aksi bersama-sama untuk memperlancar likuiditas terhadap pasar finansial saat ini pihak bank-bank sentral mulai kembali menurunkan suku bunga untuk mendorong pasar. European Central Bank menurunkan suku bunga kredit refinancing 25 basis poin. Walau aksi ini mendorong tingkat kepercayaan investor akan likuiditas, namun mereka kecewa karena aksi pembeli obligasi hanya akan berlangsung sementara dan terbatas.
Pihak RBA menurunkan suku bunga cash untuk yang kedua kalinya berturut-turut, sebesar 25 basis poin menjadi 4.25%. Mereka memproteksi ekonomi Australia agar tidak terkena dampak lanjutan jatuhnya ekonomi zona Eropa.
COMMODITIES
Pasar komoditi dunia kembali tertekan, ditopang oleh pelemahan minyak dan juga harga emas. Minyak melemah setelah ECB tidak memberikan hasil sesuai ekspektasi investor, sedangkan emas tertekan stabil. Secara keseluruhan harga komoditas dunia masih cenderung stabil.
CRUDE OIL
Harga minyak saat ini diperdagangkan stabil sepanjang minggu, namun jatuh setelah pertemuan ECB mengecewakan investor. Selisih spread antara minyak kontrak WTI dan Brent masih stabil di kisaran $9/bbln. Tingkat perbedaan ini telah naik hingga $20/bbl pada sepuluh bulan awal tahun ini namun kembali menyempit akibat dari terus meningkatnya supply di Cushing.
China, yang merupakan negara pengkonsumsi minyak kedua terbesar di dunia tidak banyak memberikan permintaan. Untuk bulan September demand dari China hanya meningkat 1.9% y/y sementara pada bulan Agustus direvisi menjadi 5.6%. Konsumsi untuk bulan September meningkat akibat dari banyaknya permintaan bensin dan kerosene.
GOLD
Harga emas dunia masih bergerak sejalan dengan pasar komoditi yang lain. Kenaikkan harga emas pada awal tahun ini yang mana menembus rekor tertinggi pada 1923.7 pada bulan September telah membuat emas menjadi overvalued. Margin yang diberikan oleh CME untuk mengurangi volatilitas juga membuat para investor kurang berselera.
NATURAL GAS
Gas alam saat ini masih berada dalam kondisi tertekan. Pihak DOE/EIA melaporkan bahwa tingkat persediaan gas jatuh 20 bcf menjadi 3831 bcf pada minggu yang berakhir pada 2 Desember. Stock saat ini 102 bcf diatas periode yang sama tahun lalu dan 307 bcf atau 8.7% lebih tinggi dari rata-rata lima tahunan di 3524 bcf.
Baker Hughes melaporkan bahwa jumlah rig untuk gas turun 36 unit menjadi 820 pada minggu yang berakhir pada 6 Desember. Sedangkan rig untuk minyak naik 29 unit menjadi 1161.
WEEK AHEAD
Para pembuat kebijakan masih mencermati krisis hutang di 17 negara zona Eropa, yang mana diperkirakan masih akan mempengaruhi ekonomi global di masa depan, dan kemungkinan akan mempengaruhi dunia industry juga. Negara-negara berkembang juga turut mengalami pelemahan pertumbuhan, seperti China yang memotong cadangan reserve requirement ratio (RRR) untuk semua tabungan institusi finansial sebesar 50 basis poin.
Berikut adalah kalendar ekonomi untuk minggu ini:

1. MARKET SUMMARY
Tingkat kepercayaan investor meningkat tajam setelah enam bank sentral melakukan kerjasama untuk memasok likuiditas dalam system keuangan dunia. Federal Reserve, European Central Bank, Bank of England, Bank of Japan, Bank of Canada, dan Swiss National Bank bersama-sama menyetujui rencana untuk memangkas swap point untuk likuiditas US dollar sebesar 50 basis poin. Hal ini berlaku efektive mulai 5 Desember 2011 sampai Februari 2013.
Tujuan dari program ini adalah untuk meredakan ketegangan di pasar finansial dan juga membantu perusahaan-perusahaan finansial yang masih kekurangan likuiditas jangka pendek. Secara terpisah, pihak Bank sentral China, People Bank of China memotong reserve requirement ratio (RRR) untuk semua perusahaan finansial sebesar 50 basis poin, sebagai tindakan untuk menstimulus pertumbuhan ekonomi dan redanya inflasi di China membuat bank sentral mulai mengetatkan kebijakan moneter.
2. COMMODITIES
Harga komoditas dunia mengalami kenaikan tajam dipimpin oleh kenaikkan harga minyak mentah dan emas. Minyak melonjak tajam setelah sanksi dari Syria ditetapkan, sedangkan harga emas rebound akibat dari pelemahan nilai dollar. Pihak liga Arab menyetujui sanksi terhadap Syria. Sanksi yang dikenakan berupa penghentian transaksi dengan bank sentral Syria, disamping itu mereka juga memberhentikan funding dari pemerintah Arab terhadap projek-projek Syria.
CRUDE OIL
Pihak DOE/EIA melaporkan bahwa total dari minyak mentah dan produknya melonjak 7.66 mmb menjadi 1044.46 mmb pada minggu yang berakhir pada tanggal 25 November. Cadangan minyak naik 3.93 mmb menjadi 334.75. Stok di Cushing turun 0.72 mmb menjadi 31.30.
Persediaan bensin meningkat 0.21 mmb menjadi 209.87 mmb meskipun permintaan juga meningkat 0.27% ke level 8.66 M bpd, produksi dan impor melemah, masing-masing 2.98% dan 35.25%.
GOLD
Emas kembali menunjukkan keperkasaannya. Bersamaan dengan melemahnya nilai dollar, harga emas ikut terangkat. Munculnya berita-berita positif secara berturut-turut mengangkat harga emas hingga saat ini diperdagangkan pada kisaran level 1747.00.
Pihak IMF saat ini sedang menyiapkan paket bailout untuk Italia. Paket bernilai 600 milliar euro dan masih akan didiskusikan seperti apakah bentuk paket yang sesuai. Walaupun setelah itu pihak IMF menyatakan tidak sedang membahas diskusi apapun tentang bailout Italia, namun rumor ini cukup membawa dampak positif terhadap ekonomi global.
NATURAL GAS
Harga gas alam dunia terus berkonsolidasi di level bawah. Dengan berita-berita positif yang terjadi turut mengangkat pergerakan harga gas alam. Tekanan pelemahan untuk jangka panjang masih besar, namun untuk saat ini gas alam masih terus melaju ke teritori positif.
3. WEEK AHEAD
Pergerakan market pada awal minggu ini diperkirakan akan sedikit datar, setelah aksi-aksi fundamental besar banyak terjadi pada minggu lalu. Para investor akan mencernanya dahulu, namun tingkat kepercayaan investor terus meningkat sehingga akhir minggu sangat memungkinkan terjadinya bullish.
Saat ini terlihat rencana pihak Jerman untuk mengeluarkan obligasi bersama dengan pemerintah Perancis, Finlandia, Belanda, Luxembourg dan Austria yang mana merupakan kumpulan Negara Eropa dengan rating AAA. Obligasi gabungan ini akan disebut “elite bonds”. Diperkirakan dengan adanya obligasi gabungan ini maka akan dapat menstabilkan keuangan Eropa dan dapat menggalang dana untuk membantu Negara yang terkena masalah termasuk Italia dan Spanyol.
Berikut adalah kalendar ekonomi untuk minggu ini:
