BUY INDF
......Wall Street, pekan lalu bursa Amerika baik itu Dowjones, Nasdaq dan S&P500 ditutup menguat dibandingkan minggu sebelumnya, walaupun pada akhir pekan Dow Jones terkoreksi 14 point di tutup pada kisaran 11132, S & P di tutup naik 2.82 ke tingkat 1183 dan Nasdaq yg menjadi indek dg kenaikan terbesar pada akhir pekan lalu naik 19.72 di tutup pada 2479.
Investor di Amerika kembali antusias untuk masuk ke bursa saham setelah melihat realisasi laporan keuangan kuarter Q3 dari beberapa emiten besar di Amerika yang tumbuh positif melebihi prediksi para analis.
Tetapi kenaikan bursa tersebut masih terjadi dalam volume transaksi yang tipis, mengingat para investor bersikap ‘wait and see’ terhadap hasil dari pertemuan G20.
Sementara hasil pertemuan para menteri keuangan yang tergabung dalam G20 di Gyeongju, Korea Selatan menyepakati masing-masing negara tidak akan berupaya untuk memperlemah nilai mata uangnya guna mendorong ekspor negaranya. Para menteri keuangan dan gubernur bank sentral dari negara G20 tersebut juga sepakat untuk membiarkan nilai mata uangnya ditentukan oleh mekanisme pasar guna meredam tensi dagang antar negara berkembang dan maju yang dikhawatirkan akan menghambat proses pemulihan ekonomi.
Kembali kepada US Market bahwa Kebijakan the Fed untuk terus mencetak dan menggelontorkan USD ke pasar dalam jumlah yang masif adalah sebuah manipulasi strategi yang bertujuan untuk memperlemah posisi USD terhadap mata uang negara berkembang. Kebijakan the fed tersebut pada kenyataanya telah menciptakan hot money di negara berkembang yang dikhawatirkan akan menciptakan economic bubble.
Pada akhirnya, kesepakatan dari forum G20 tersebut dipercaya belum akan memberikan sentimen yang positif bagi pasar, hingga semua anggota G20 benar-benar menunjukkan komitmennya untuk melaksanakan hasil kesepakatan tersebut diwaktu yang akan datang.
Selain dari pengumuman laporan keuangan, dua tanggal penting yaitu pada tanggal 2 & 3 November ini adalah adanya pemilu mid-term US dan Fed akan bertemu untuk berbicara tentang QE2 atau kapan atau berapa banyak mereka akan benar-benar memberikan liquiditas uang dollar nya. Partai Republik akan mengambil kendali sementara Wall Street menginginkan program pelonggaran keuangan besar-besaran yang akan terus melemahkan dolar.
Berita-berita untuk minggu ini yang menjadi dasar sentimen pergerakan US Market adalah sebagai berikut :

Akhir pekan lalu Fed melakukan upaya dalam hal apapun, dimana Bernanke menegaskan bank sentral siap untuk berbuat lebih banyak untuk menstimulasi perekonomian yang lesu. Bernake berkomentar untuk meningkatkan pembelian Perbendaharaan obligasi dalam memicu pertumbuhan ekonomi.
Dow berhasil membuka lebih tinggi dan dibuat dengan cara untuk tinggi dari 11.141 namun
dijual-off setelah beberapa hit berita ekonomi. Indeks kemudian diperdagangkan ke rendah 11.010 dan ditutup selama akhir pekan lalu menjadi 11.054.
S & P 500 tutup di atas 1175 dan diperkirakan mengarah kepada tes resistensi di 1.200 minggu depan.
Nasdaq diperdagangkan di atas target sebesar 2.450 minggu lalu diperkirakan target berikutnya Nasdaq bisa melihat 2.600 dan indeks mempunyai peluang bagus untuk melakukan hal itu pada hari Senin jika Apple memenuhi ekpektasi Wall Street.
laporan pendapatan Perusahaan pada hari Senin ini diperkirakan bisa membentuk arah sektor teknologi selama beberapa minggu ke depan. Apple diharapkan melaporkan laba besar , satu-satunya masalah yang mengkhawatirkan adalah kekurangan pasokan pada beberapa komponen yang digunakan untuk membuat iPhone dan iPad. Namun, jika Google dapat melakukannya, kita yakin Apple dapat mengikutinya.
Tetapi perlu dicermati juga dalam hal ini terdapat beberapa hal yang dapat mendorong sentimen pasar berbalik tajam misalnya jika pemerintah Yunani kembali menunggak utangnya sehingga akan memicu krisis finansial di Eropa dan dipercaya mampu membalikkan sentimen positif investor global.
Adanya kekhawatiran terus turunnya rating hutang negara-negara besar di Eropa terutama yang tergabungdalam PIGS (Portugal, Italia, Greece dan Spanyol) akibat besarnya beban utang negara-negara tersebut terhadap PDB nya. Kondisi negara tersebut dikhawatirkan dapat memicu krisis hutang eropa.
Terakhir adalah sentimen perang mata uang yang terjadi antara Amerika dan China, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena berdampak terhadap daya saing produk dari masing-masing negara dan perlu diketahui bahwa produk kedua negara tersebut mengusai pasar dunia.
Sejauh ini daya saing produk Amerika terus turun dibandingkan produk china dan membuat beberapa produk Amerika tidak laku dipasaran karena berharga lebih mahal, sehingga dikhawatirkan apabila hal ini terus terjadi maka kondisi manufaktur amerika kembali akan jatuh dan mempengaruhi kondisi ekonomi Amerika yang pada akhirnya akan membalikkan sentimen positif investor terhadap upaya pemulihan ekonomi dunia.
Secara Umum sentimen pergerakan US Market akan di pengaruhi oleh berita dalam 1 minggu ke depan berikut ini :

Meskipun laporan klaim pengangguran di luar ekpektasi pasar, Dow telah menembus tingkat 11.000an yang merupakan level psikologis momentum pasar Bullish atas tingkat ini di akhir pekan lalu.
Sementara S & P 500 telah melalui level 1.160 dan naik 6 poin menjadi 1.164 dan terlihat menuju ke 1175 dan kemungkinan target selanjutnya pada tingkat 1.200.
Namun, Nasdaq berakhir pada 2399, naik 16 poin tetapi hanya sedikit kenaikan sampai tingkat 2.400.
Ada kemungkinan bahwa rilis laporan kerja bulanan akan mempengaruhi pasar dimana penghasilan 3Q kemungkinan akan menjadi sentimen yang membuat gejolak secara jangka pendek.
Meskipun sejauh ini sangat bagus perkiraannya. Sangat mudah untuk menjadi bullish di pasar seperti ini.
Minggu ini akan ada sejumlah peristiwa penting yang terjadi mengenai mata uang dunia dan laporan keungan.
Intel (INTC, $ 19,51, naik $ 0,11) akan melaporkan pendapatan pada Selasa (After Market) bersama dengan Fastenal (FAST, $ 54,64, naik $ 1,94). FAST yang akan melaporkan pada sesi (Before Open). Jika dua perusahaan mendapatkan "A'' di dalam laporan pendapatan mereka, kemungkinan skenario Dow akan mempunyai target 11.200, Nasdaq 2.500, dan S & P 1.200 dalam waktu dekat ini.
Jika beberapa berita tak terduga atau peristiwa yang terjadi selama akhir pekan, atau jika perkiraan Intel misses di bawah ekpektasi Wall Street, maka pasar bisa mundur kembali ke rentang perdagangan 4 bulan yang panjang, atau lebih buruk.
Oleh karena itu kita berpikir 3Q pendapatan musiman akan intens dan sarat dengan beberapa peluang BESAR.

MARKET SUMMARY
Bursa Wall Street memperluas rally pada hari Jumat, terutama oleh kenaikan saham‐saham resource setelah data Cina menunjukkan kenaikan dalam aktivitas manufakturnya.
Dollar mencapai level terendahnya enam bulan terhadap euro pada hari Jumat setelah Federal Reserve official mengatakan pertumbuhan AS pada umumnya telah mengecewakan, yang menguatkan pada kemungkinan adanya quantitative easing.
U.S. Treasuries merosot karena bonds melemah dimana investor menggeser dananya ke pasar saham setelah Wall Street mencatatkan kenaikan terbaik kuartalannya dalam tahunan dan pertumbuhan pada sektor manufaktur.
Harga minyak mentah naik 2 persen pada hari Jumat, mencatatkan persentase kenaikan terbaiknya dalam mingguan yang mendekati 7‐1/2 bulan karena dollar anjlok dan
Cina mencatatkan penguatan pada data ekonominya. U.S. crude untuk pengiriman bulan November meningkat $1.61 untuk di settle ke level $81.58 per barrel, hanya dibawah intraday peak di level $81.66, level tertinggi tujuh minggunya.
Emas melonjak untuk mencatatkan rekor tertingginya dalam sejarah dari kenaikan enam harinya berturut‐turut naik lebih dari 1.5% dalam sepekan terakhir, kenaikan berlanjut karena komentar
dari Federal Reserve officials dan data AS memperkuat ekspektasi monetary easing kedepannya.
Spot gold mencatatkan rekor puncaknya sepanjang waktu di level $1.320,80/oz dan naik 0.8 persen ke level $1.316,35/oz. Akselerasi harga emas dunia mendapat dukungan dari pelemahan nilai tukar USD terhadap mata uang utama dunia lainnya kelevel terendahnya dalam kurun 8‐bulan terakhir
Beberapa US Analyst Technical memprediksi emas akan mencoba naik kelevel 1350 hingga akhir tahun 2010. Proyeksi tersebut didasari pelemahan nilai tukar mata uang asing, semakin kentalnya prospek program lanjutan quantitative easing dari the Fed dan bank sentral dunia lainnya yang kemudian meningkatkan minat beli emas sebagai cadangan aset yang aman dari baik tekanan inflasi maupun deflasi.
WEEK AHEAD
Momentum penguatan bursa Amerika akan di uji pekan ini dengan dirilisnya beberapa data ekonomi penting, seperti angka pengangguran di Amerika serta prediksi laporan keuangan emiten untuk kuarter ke III/2010. Baik buruknya realisasi dari data ekonomi tersebut akan menjadi trigger pergerakan bursa saham Amerika minggu ini adalah sebagai berikut :

Triple Witching Day adalah istilah yang diberikan pada Jumat minggu ketiga setiap Maret, Juni, September, dan Desember, dimana pada hari tersebut ada 3 (tiga) derivative yang akan expired secara bersamaan, yakni Stock Options, Index Futures, dan Option on Index Futures.
Di Workshop Lumen Capital saya sering menjumpai pertanyaan partisipan seperti ini : “Sebagai option trader, kita selalu profit taking option kita dengan cara Sell to Close atau menjualnya langsung ke Option Market. Pertanyaannya jika semua option trader melakukan hal seperti itu, maka siapa yang akan beli option tersebut pada akhirnya, karena siapa juga yang mau membeli option tersebut pada hari terakhir misalnya?” Jawabnya adalah : Yang membeli option anda adalah Market Maker, dan itulah sebabnya setiap Jumat minggu ketiga, dimana stock option expired, sering terjadi peristiwa yang saya sebut sebagai “Market Maker Phenomena”.
Pada Option Expiry Day, Market Maker menerima semua option yang dijual option trader kepadanya. Sebagai Market Maker, mereka TIDAK BISA menjualnya lagi ke orang lain. Satu-satunya yang mereka bisa lakukan di hari terakhir tersebut adalah meng-‘EXERCISE’ option tersebut. Dengan meng-‘EXERCISE’ option tersebut, mereka menggunakan Hak Beli (Call) atau Hak Jual (Put) atas underlying asset option tersebut. Akibatnya sesudah melakukan exercise, mereka kini punya posisi buy (Long) atau sell (Short) atas Underlying Asset (misalnya saham). Sebagai Market Maker, mereka selalu menghindari risk exposure terhadap pergerakan harga Underlyig Asset. Sehubungan dengan itu sebelum mereka melakukan Exercise (biasanya di akhir sesi 2 Jumat minggu ketiga), mereka terlebih dahulu melakukan counter trade atas posisi yang akan diperolehnya sesudah exercise. Misalnya jika mereka memiliki posisi Call Option ITM banyak, maka sesudah exercise mereka akan memiliki posisi buy (long) Underlying Asset dalam jumlah besar. Sehingga menjelang sesi penutupan, mereka mengambil posisi Sell (Short) atas Underlying Asset tersebut sebanyak total volume Underlying Asset yang akan diperolehnya sesudah melakukan Exercise. Akibatnya sesudah exercise, posisi Sell (Short) Underlying Asset akan langsung menutup (square off) posisi Buy (Long) Underlying Asset yang diperolehnya sesudah melakukan Exercise.
Apa yang terjadi jika suatu ketika Market Maker memiliki posisi buy (long) Call Option ITM yang jauh lebih banyak (2 kali lipat lebih) daripada buy (long) Put Option ITM? Jawab : Pada Expiry day mereka akan exercise Call Option maupun Put Option tsb, namun berhubung mereka memiliki Call Option yang jauh lebih banyak, maka mereka harus mengambil posisi Sell (Short) Underlying sebesar selisih volume Underlying Asset yang akan diperolehnya sesudah meng-exercise Call dan Put mereka. Tindakan market maker untul Sell (Short) Underlying akan mengakibatkan market saat itu terkoreksi (turun).
Ada 4 (empat) pertanyaan yang patut anda pikirkan jawabannya selama 2 (dua) hari ini :
Lumeners yang saya kasihi, coba anda jawab pertanyaan di atas, semakin banyak pertanyaan yang bisa anda jawab sehubungan dengan perjalanan karir anda sebagai Investor dan Trader Profesional, semakin dekat langkah anda menuju Financial Freedom.
Salam sukses selalu dari saya,
Hary suwanda